Merogoh Nyawa Puisi Lewat Musik

ADEW HABTSA KLASIK SALMAN2
Adew Habsta (kiri) tengah menyanyikan hasil karyanya melalui lagu. (Pic: eksposisia.com)

MUSIK bisa menjadi media untuk merenung dan melakukan pembacaan pada diri sendiri. Mendengarkan musik dapat menggugah kepercayaan diri dan menumbuhkan harapan sehingga terhindar dari rasa takut yang setiap saat memagut jiwa. Itulah fungsi musik.

“Musik selain menghibur juga harus memiliki nilai guna bagi kehidupan manusia,” ujar Adew Habtsa saat diwawancarai Klasik Salman pada acara konser amal Salman Days Out Picnic (10/4) yang lalu.

Adew Habtsa, demikian dia biasa dipanggil, merupakan musisi balada yang berasal dari kota Bandung. Lirik lagunya banyak terinspirasi dari bait-bait puisi yang dapat menggugah jiwa.

Sejak lama, Adew sudah tertarik dengan dunia sastra. Apalagi setelah bergabung dengan sebuah komunitas kepenulisan di kota Bandung. Ketertarikan Adew untuk menulis puisi—lirik lagupun semakin menjadi.

Menulis puisi bagi Adew selalu menegangkan meskipun acap kali berakhir dramatis bercampur haru. Tema-tema puisinya pun beragam. Seperti puisi berjudul “Batu” yang mengangkat tema tentang menjaga lingkungan, atau perjuangan dan keindonesiaan dengan segala suka dukanya.

Menurut Adew semua pesan-pesan dalam puisi itu harus disampaikan pada orang lain. Tidak hanya untuk para pecinta sastra atau puisi saja. Oleh karena itu Adew kemudian terpikir untuk menampilkan musikalitas dari puisi-puisi yang telah ditulisnya.

“Dengan lagu, lirik-lirik puisi menjadi lebih hidup, lebih bernyawa, dan daya gedornya lebih kuat,” kata Adew.

Menyanyikan puisi menjadi sebuah lagu merupakan tantangan tersendiri bagi Adew. Meskipun puisi sendiri sudah mengandung musikalitas. Di dalam puisi ada unsur memainkan suara dengan nada tinggi—rendahnya serta mengekspresikan setiap lirik puisi yang sedang dibacanya.

Musik menjadi pilihan untuk menyampaikan pesan-pesan dalam puisi karena musik relatif bisa diterima oleh semua golongan. Musik pun mempunyai banyak jenis dan aliran sehingga lebih bisa menyasar banyak orang atau pendengar.

Sejarah juga mencatat bahwa dalam proses dakwah wali songo di pulau jawa juga menggunakan musik sebagai perantara untuk mengenalkan Islam pada penduduknya. Demikian harapan Adew, melalui seni musik dan puisi gerakan kebudayaan yang elegan mampu membawa jatidiri bangsa yang hakiki. “Karena musik adalah kasih sayang bagi alam raya,” pungkas Adew. (Mohammad Hasan)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s