Inilah Media Tanam yang Kekinian

Processed with VSCOcam with b4 preset
Cici (40) tengah menjelaskan proses tanam hidroponik kepada para pengunjung di acara Salman Days Out Picnic, Ahad (10/4). (Foto : Dicky T.)

Kawan-kawan pasti tidak asing dengan kata Hidroponik, bukan ? Jika di sekolah dasar dulu kalian pernah bereksperimen dengan biji kacang hijau yang disimpan di atas kapas basah, lalu setelah beberapa hari akan tumbuh pohon tauge. Ya, benar sekali! Itulah hidroponik dari segi paling sederhana.

Metode tanam ini sudah digalakkan oleh beberapa komunitas penghijauan di tanah air. Salah satunya Komunitas Green Education Bandung (GEB). Mereka menggagas cara tanam hidroponik ini sudah lebih dari satu tahun.

Komunitas ini hadir di perhelatan  Salman Days Out Picnic (Sadop) pada hari Ahad (10/4) di Kompleks Masjid Salman ITB.  Dalam event ini GEB menggelar workshop mengenai metode tanam ini.

Cici (40) , salah satu anggota GEB menjelaskan bahwa tanaman hidroponik  sangat bermanfaat di era globalisasi ini. Volume tanah yang semakin berkurang membuat orang harus berfikir panjang tentang cara bertanam dimasa yang akan datang. Solusinya yaitu tanaman hidroponik.  “Media tanam dengan air ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi  pemerintah baru sadar beberapa tahun ini,” ujar Cici.

Cara tanam hidroponik ini lebih mudah dari cara tanam biasa. Manfaatnya pun terlihat dari kualitas sayur yang dihasilkan. Tapi,  hanya beberapa tanaman yang bisa memakai metode ini.  Tanaman kayu termasuk tanaman yang tidak bisa memakai cara tanam hidroponik.

Untuk memulai menanam menggunakan metode ini, pertama siapkan bahannya dari mulai botol bekas, kain, spons, rokwul, atau benda yang bisa menyerap air sebagai media tanam. Kedua, bibit tanaman yang akan ditanam serta air.

Potong kecil media tanam (spons, rokwul atau kain). Lipat media tanam tersebut. Kemudian,  benamkan bibit di dalam media tanam. Lalu, masukkan media tanam yang sudah diberi bibit ke dalam media hidroponik. Setelah 3 hari maka kecambah pun akan tumbuh. Terakhir,  simpan ditempat yang tersinari matahari.

“Saya sarankan  agar semua jenis sayur berpindah tanam menggunakan metode hidroponik ini,” ucap Cici mengakhiri.(Dicky T.)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s